Tekstur dan Pencahayaan, Desain Interior Netral
Neutral Interior Desain atau Gaya desain Interior Netral seringkali disederhanakan sebagai pilihan yang bergantung pada kesederhanaan nuansa warna. Akan tetapi bila kita dalami lebih jauh, desain interior netral bukan hanya sebatas pada hal tersebut, Desain interior Netral juga bisa diterjemakan melalui interaksi antara warna dan material dengan cahaya, ruang dan waktu.
Dapat dikatakan bahwa keberhasilan desain ruang netral bukan hanya bergantung pada keseragaman nuansa warna tetapi melalui kemampuan untuk memanipulasi persepsi pada transisi nuansa, tekstur dan proporsi dengan gradasi warna yang bisa lebih halus.
Apakah Desain Interior Netral itu ?
Desain Netral bukanlah pelarian dari konsep desain yang tegas dan berani, dimana saat ini beberapa desain dengan nuansa warna kuat dan mengejutkan sering digunakan. Pada beberapa bagian memang penggunaan “shocking color” seakan membuat nuansa ruang lebih hidup dan dinamis. Kembali kepada pemahaman Desain Netral, walau tanpa elemen “shocking color” nuansa ruang yang dapat diciptakan melalui fokus bagaimana tekstur “menggangu” keseragaman dan bagaimana peranan cahaya baik alami maupun artifisial dapat mengubah suasana ruang dari waktu ke waktu.
Interaksi antara cahaya dan material dari waktu ke waktu memberikan sorotan tersendiri bagi desain netral dimana suasana psikologis lebih membumi, praktis dan abadi. Bayangkan anda berada diruang desain netral yang tenang dengan transisi efek cahaya alami pada ruang yang silih berganti seiring waktu. Anda akan mendapatkan perasaan yang tenang sehingga akan berbeda saat berada diruang dimana anda berfokus warna satu atau dua warna tegas yang mencolok sehingga anda seolah abai pada transisi ruang yang terjadi.

Transisi Cahaya Desain Interior Netral
Pada dasarnya setiap warna akan berbeda dalam merespon pantulan cahaya yang diterimanya. Warna pada desain netral biasanya akan lebih memudah menerima dan mentransformasi suasana ruang sesuai dengan pantulan cahaya yang diterima. Pada ruang yang dapat mentransformasi paparan cahaya dengan beberapa siklus waktu yang berbeda mempunyai keunggulan tersendiri. Kita bisa ambil contoh, ruangan yang mendapatkan paparan cahaya alami dipagi hari, suasana ruang yang lebih dingin dapat di eksploitasi dengan penggunaan warna-warna dengan nada biru atau abu-abu. Disisi lain pada ruangan ini suasana yang lebih hangat dapat dihadirkan dengan penggunaan warna netral yang hangat melalui aplikasi warna dasar krem dengan sedikit nuansa kuning dan merah untuk mengimbangi suasana ruang yang dingin.
Sebaliknya pada ruang dengan paparan cahaya alami di sore hari menghadirkan suasana yang lebih hangat dan seakan memudarkan palet warna akibat intensitas cahaya yang lebih banyak dan terang. Pada siklus waktu tersebut, penggunaan warna-warna yang lebih gelap seperti abu-abu kecoklatan atau abu-abu sedang dapat menyeimbangkan transisi warna yang ada sehingga suasana ruang menjadi tidak terlalu terang.
Berangkat dari konsep yang mengadopsi transisi cahaya alami, maka penempatan dan nuansa warna dari pencahayaan buatan juga perlu diperhatikan. Aplikasi cahaya buatan hendaknya dapat menyeimbangkan dan memperkuat kesatuan nuansa ruang yang ingin diciptakan. Memahami fenomena ini adalah hal yang paling penting saat mendesain ruang dengan berbagai sumber cahaya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa desain interior profesional menguji sample cat dalam kondisi yang berbeda.
Sensasi Tekstur pada Desain Interior Netral
Tekstur dapat membuat perbedaan yang lebih nyata pada desain netral, nuansa warna pada desain ini seakan hambar tanpa paduan sensasi tekstur pada bahan yang digunakan. Tekstur bukan hanya semata menciptakan kedalaman visual pada satu benda tetapi lebih pada pengalaman transisi diantaranya. Salah satu hal yang dapat anda lakukan dalam mendekor adalah menciptakan pengalaman yang kontras antar elemennya.
Sebagai contoh, aplikasi karpet berbahan goni dengan tenun kasar dapat disandingkan dengan permukaan lantai granit yang kilap dan halus untuk menciptakan efek kontras yang terlihat lebih kuat. Interaksi antara kedua bahan tersebut menarik perhatian bukan hanya pada warna tetapi juga pada jenis materialnya, disatu sisi bahan karpet dapat menangkap dan menahan Cahaya sementara pada lantai granit dapat memantulkan Cahaya dengan lembut.
Desain Interior Netral tidak mengubah cara material “berbicara”. Sifat berpori dari material yang satu terhadap kekokohan yang padat dari material lain saling mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh ketiadaan warna yang mencolok. Kenetralan memperkuat hubungan ini, menjadikan setiap tepi dan transisi antar keduanya sebagai titik fokus. Ada satu hal lain yang perlu dipertimbangkan di sini. Desain interior alami dan netral sering dianggap sama. Meskipun tidak selalu demikian, hubungan tersebut ada dan berasal dari bahan , di antara alasan lainnya. Kayu, batu, dan serat alami merupakan bahan umum dalam skema interior netral, tidak hanya karena penampilannya tetapi juga karena bahan-bahan tersebut “menua” dengan anggun, dan memperoleh kelembutan seiring berjalannya waktu. Sebaliknya, bahan sintetis sering kali mengalami penurunan kualitas secara kasat mata, mengganggu rasa koherensi ruangan.














2 comments