Jalan Rusak di Desa Long Bentuq Jadi Fokus Pemkab Kutim
Jakarta, popArs.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menunjukkan kepedulian terhadap warga Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, dengan melakukan peninjauan langsung
kondisi jalan desa yang mengalami kerusakan parah sepanjang kurang lebih 5 kilometer, Senin (5/5) kemarin. Jalan ini setiap hari dilalui oleh masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, yang harus berjibaku dengan kondisi jalan yang tidak layak.
Dalam rapat bersama Pemerintah Desa Long Bentuq dan sejumlah perusahaan, Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menekankan pentingnya percepatan perbaikan jalan. la menegaskan, jika jalan tersebut belum tertangani melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka pihak perusahaan harus segera turun tangan.
“Saya ingin masyarakat bisa menggunakan akses jalan dengan mudah. Karena itu, saya minta jalan yang belum tertangani APBD agar dikerjakan dengan gerakan cepat atau Gercep,” kata Mahyunadi saat menghadiri rapat dan melakukan inspeksi menggunakan sepeda motor trail.
Instruksi tersebut disampaikan Mahyunadi berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT), yang mewajibkan perusahaan di sektor sumber daya alam untuk melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Sementara itu, Plt Camat Busang, Antonius, menyampaikan apresiasinya kepada Wabup Mahyunadi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Long Bentuq. la juga menyampaikan harapan pembangunan jembatan di daerah Sentosa segera terealisasi.
“Saya juga tidak lupa menyampaikan usulan pembangunan jembatan di Sentosa. Dan Alhamdulillah, Pak Wabup menyampaikan bahwa tahun ini akan dilaksanakan pembangunan jembatan gantung dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Long Bentuq, Heriansyah, menyampaikan rasa terima kasih atas peninjauan langsung oleh Wabup Mahyunadi. la menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang sudah dibangun.
“Saya minta warga ikut bahu membahu membangun desa ini. Kita harus memiliki rasa kepemilikan terhadap jalan yang diperbaiki agar bisa kita jaga bersama,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Mahyunadi menyampaikan bahwa setelah jalan diperbaiki sementara oleh perusahaan, masyarakat dapat mengusulkan program betonisasi melalui APBD Kabupaten Kutai
Timur.














Post Comment